Jakarta — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta di pentas nasional. Dewi Nurhalizah berhasil meraih Juara Umum II dalam National Competition Peringatan Hari Guru ke-77 yang diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa mahasiswa PAI IIQ Jakarta memiliki kompetensi unggul tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam kemampuan pedagogis dan komunikasi publik yang dibutuhkan oleh seorang pendidik profesional masa kini.

National Competition Peringatan Hari Guru ke-77 merupakan ajang kompetisi nasional yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan menghargai peran strategis guru dalam pembangunan bangsa. Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai program studi kependidikan untuk unjuk kompetensi sebagai calon pendidik yang inovatif, kreatif, dan profesional. Peserta yang terlibat berasal dari puluhan perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh penjuru Indonesia, menjadikan persaingan dalam kompetisi ini sangat ketat dan berkualitas tinggi.

Dalam kompetisi tersebut, Dewi tidak hanya berhasil meraih gelar Juara Umum II, tetapi juga tampil cemerlang pada cabang Lomba Pidato Bahasa Indonesia tingkat nasional. Dalam penampilannya, Dewi menyampaikan orasi yang penuh semangat, sistematis, dan menyentuh, dengan mengangkat tema peran guru dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak dan berdaya saing. Kemampuannya merangkai kata, membangun argumen, dan menyampaikan pesan dengan penuh keyakinan di hadapan dewan juri nasional menjadi keunggulan yang mengantarkannya meraih posisi terhormat dalam kompetisi bergengsi tersebut.

Perjalanan Dewi menuju podium juara tidaklah instan. Ia menjalani serangkaian persiapan intensif bersama dosen pembimbing, mulai dari pendalaman materi, latihan retorika, hingga simulasi penampilan di hadapan audiens. Dedikasi dan ketekunannya dalam mempersiapkan diri menjadi kunci keberhasilannya bersaing dengan peserta terbaik dari seluruh Indonesia.

Rektor IIQ Jakarta, Associate Prof. Dr. Hj. Nadjmatul Faizah, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi dan kebanggaan yang mendalam atas prestasi yang diraih Dewi. “Keberhasilan Dewi di tingkat nasional ini adalah cerminan nyata dari kualitas pendidikan yang kami selenggarakan di IIQ Jakarta. Mahasiswa PAI dipersiapkan untuk menjadi pendidik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga inspiratif, komunikatif, dan berkarakter kuat. Seorang guru yang baik lahir bukan hanya dari penguasaan materi, tetapi dari kemampuannya menyentuh hati dan membangkitkan semangat belajar peserta didik,” ujarnya dengan penuh semangat.

Dekan Fakultas Tarbiyah IIQ Jakarta, Dr. Syahidah Rena, turut menyampaikan kebanggaan atas pencapaian mahasiswanya tersebut. “Prestasi Dewi adalah kebanggaan seluruh Fakultas Tarbiyah. Kami selalu menekankan kepada mahasiswa bahwa menjadi calon guru bukan sekadar tentang penguasaan ilmu, tetapi tentang kemampuan mengomunikasikan ilmu itu dengan cara yang menarik, bermakna, dan berdampak. Dewi telah membuktikan bahwa mahasiswa Tarbiyah IIQ Jakarta mampu bersaing dan berprestasi di level nasional,” ungkap Dr. Syahidah Rena. Ia juga menambahkan bahwa Fakultas Tarbiyah akan terus mendorong dan memfasilitasi mahasiswa untuk mengikuti berbagai kompetisi kependidikan sebagai bagian dari pembentukan kompetensi calon guru yang profesional dan berdaya saing tinggi.

Kaprodi PAI Dr. Reksiana menambahkan bahwa kemampuan komunikasi merupakan aspek fundamental yang terus diasah dalam proses pembelajaran di Program Studi PAI. “Seorang guru harus mampu menyampaikan ilmu dengan cara yang baik, menarik, dan mampu menyentuh hati peserta didik. Kemampuan komunikasi yang kuat adalah salah satu fondasi utama yang kami bangun dalam diri setiap mahasiswa PAI,” ungkapnya. Ia pun berharap prestasi Dewi dapat mendorong mahasiswa lain untuk lebih aktif mengikuti berbagai kompetisi di bidang kependidikan.

Dewi sendiri mengaku bahwa pengalaman mengikuti kompetisi nasional ini memberikan pelajaran yang sangat berharga dalam perjalanannya sebagai calon pendidik. “Saya belajar banyak tentang bagaimana menjadi seorang pendidik yang komunikatif, percaya diri, dan mampu menyampaikan gagasan dengan tepat dan menyentuh. Pengalaman ini membuka wawasan saya tentang betapa besarnya tanggung jawab seorang guru dalam membentuk generasi penerus bangsa. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh dosen dan pihak kampus yang telah mendukung saya hingga ke titik ini,” tuturnya dengan penuh rasa syukur.

Prestasi Dewi mendapat sambutan meriah dari seluruh civitas akademika IIQ Jakarta. Ucapan selamat mengalir dari sesama mahasiswa, dosen, alumni, dan berbagai pihak yang turut bangga menyaksikan nama IIQ Jakarta kembali harum di tingkat nasional. Capaian ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berani bermimpi besar dan mengambil peran aktif dalam berbagai kompetisi yang mengasah kompetensi mereka sebagai calon pendidik masa depan.

Keberhasilan Dewi Nurhalizah menjadi bagian dari ikhtiar panjang IIQ Jakarta dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam ilmu-ilmu keislaman dan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kompetensi pedagogis yang mumpuni dan siap berkontribusi nyata dalam dunia pendidikan Indonesia. IIQ Jakarta terus berkomitmen untuk menjadi kampus yang melahirkan pendidik-pendidik inspiratif yang membawa nilai-nilai Qur’ani ke dalam setiap ruang kelas dan sudut kehidupan masyarakat. (FP)