Jakarta — Kebanggaan kembali hadir dari kampus Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Izzatul Hafizah Binti Muh Ilham, berhasil meraih Juara III cabang Hifzhul Qur’an 30 Juz Putri pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2025. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa IIQ Jakarta konsisten melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya kuat secara hafalan, tetapi juga matang dalam pemahaman dan penghayatan terhadap kalam Allah.

MTQ Tingkat Provinsi DKI Jakarta merupakan kompetisi Al-Qur’an paling bergengsi di ibu kota yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi DKI Jakarta. Ajang ini mempertemukan para qari, qariah, dan hafiz-hafizah terbaik dari seluruh wilayah DKI Jakarta, mulai dari tingkat kota administrasi Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, hingga Kepulauan Seribu. Cabang Hifzhul Qur’an 30 Juz menjadi salah satu cabang yang paling diminati sekaligus paling menantang, karena menuntut peserta untuk menghafal seluruh isi Al-Qur’an dengan sempurna tanpa satu pun kekeliruan yang berarti.

Dalam perlombaan, para peserta diuji melalui serangkaian tahapan yang ketat, mulai dari kemampuan hafalan penuh 30 juz, kelancaran melafalkan ayat demi ayat, hingga ketepatan dan kecepatan dalam menyambung atau meneruskan bacaan yang ditentukan oleh dewan juri. Aspek tajwid, makharijul huruf, serta adab membaca Al-Qur’an juga menjadi kriteria penilaian yang tidak kalah penting dalam cabang bergengsi ini.

Izzatul Hafizah tampil dengan tenang dan penuh keyakinan di hadapan dewan juri. Kemampuannya menjawab setiap soal hafalan dengan tepat dan lancar menjadi bukti dari proses panjang yang ia jalani selama bertahun-tahun. Konsistensinya dalam menjaga hafalan di tengah padatnya aktivitas perkuliahan menjadikan prestasinya semakin istimewa dan patut diteladani.

Dosen pembimbing, Ibu Faza Karimatul Akhlak, menyebutkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kedisiplinan dan ketekunan mahasiswa dalam menjaga hafalan. “Menjaga hafalan Al-Qur’an 30 juz membutuhkan konsistensi setiap hari tanpa terkecuali. Izzatul Hafizah adalah contoh nyata seorang mahasiswi yang mampu menyeimbangkan antara kewajiban akademik dan tanggung jawabnya sebagai seorang hafizah. Saya sangat bangga dengan pencapaiannya,” jelasnya dengan penuh haru.

Wakil Rektor I IIQ Jakarta turut menyampaikan apresiasi mendalam atas prestasi yang diraih. “Juara III di tingkat provinsi DKI Jakarta dalam cabang Hifzhul Qur’an 30 Juz adalah pencapaian yang luar biasa. Ini bukan sekadar prestasi individu, tetapi merupakan cerminan dari ekosistem pendidikan Al-Qur’an yang telah kami bangun di IIQ Jakarta. Kami berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan tahfizh mereka,” ujarnya.

Izzatul Hafizah mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian ini. “Saya berusaha menjaga hafalan dengan murojaah rutin setiap hari, baik secara mandiri maupun bersama teman-teman. Proses ini tidak mudah, ada banyak momen di mana saya merasa lelah dan ingin menyerah, tetapi dukungan dari keluarga, dosen, dan sahabat-sahabat selalu menguatkan saya. Semoga Allah menjaga saya untuk terus istiqamah dalam menjaga kalam-Nya,” tuturnya dengan suara bergetar penuh haru.

Rasa haru dan kebanggaan turut dirasakan oleh sahabat-sahabat terdekat Izzatul Hafizah. Nurul Azizah, salah satu teman seangkatan di Program Studi PAI, mengungkapkan kekagumannya. “Izzah, begitu kami memanggilnya, adalah sosok yang sangat disiplin dan rendah hati. Di balik prestasinya yang luar biasa, ia tidak pernah sombong. Ia selalu mau berbagi tips menjaga hafalan kepada teman-teman. Kami semua sangat bangga padanya,” ungkap Nurul dengan penuh semangat.

Hal senada juga disampaikan oleh Fatimah Zahra, sahabat satu asrama Izzatul Hafizah. “Saya menyaksikan langsung bagaimana Izzah berjuang setiap hari. Ia tidak pernah melewatkan murojaah meski sesibuk apa pun jadwal kuliahnya. Pencapaian ini adalah buah dari kerja kerasnya yang tidak pernah terlihat oleh banyak orang, tetapi kami yang tinggal bersamanya tahu betapa besar pengorbanan yang ia lakukan,” tutur Fatimah dengan mata berkaca-kaca.

Prestasi Izzatul Hafizah mendapat sambutan hangat dari seluruh civitas akademika IIQ Jakarta. Ucapan selamat mengalir deras dari sesama mahasiswa, dosen, alumni, hingga pimpinan kampus. Banyak mahasiswa yang menjadikan capaian ini sebagai inspirasi untuk semakin bersungguh-sungguh dalam menghafal dan menjaga Al-Qur’an di tengah dinamika kehidupan kampus yang penuh tantangan.

IIQ Jakarta terus berkomitmen untuk menjadi rumah bagi para penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga memiliki integritas, wawasan luas, dan semangat berkontribusi bagi umat dan bangsa. (FP)