Cilegon — Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta. Syah Datunnada Awalia Rizki berhasil meraih Juara II cabang Qira’at Sab’ah Murattal Remaja pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIV Tingkat Kota Cilegon. Keberhasilan ini menambah deretan prestasi gemilang mahasiswa IIQ Jakarta di berbagai ajang tilawah Al-Qur’an tingkat daerah dan memperkuat komitmen kampus dalam melahirkan generasi Qur’ani yang unggul.

MTQ XXIV Tingkat Kota Cilegon merupakan ajang kompetisi tilawah resmi yang diikuti oleh para qari dan qariah terbaik dari seluruh kecamatan di Kota Cilegon. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Cilegon dan menjadi salah satu forum penting dalam menjaring bibit-bibit unggul di bidang Al-Qur’an. Cabang Qira’at Sab’ah Murattal Remaja menjadi salah satu cabang paling bergengsi, di mana peserta dituntut untuk menguasai dan melafalkan Al-Qur’an sesuai dengan tujuh ragam qira’at yang diakui dalam tradisi keilmuan Islam klasik.

Syah Datunnada mampu menampilkan performa yang stabil dan berkualitas sepanjang perlombaan. Ia membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dengan penguasaan maqam yang baik, ketepatan tajwid yang terukur, serta penghayatan yang tulus sehingga mampu memukau dewan juri dan hadirin yang menyaksikan. Kemampuannya berpindah dari satu ragam qira’at ke ragam lainnya dengan lancar dan tepat menjadi salah satu poin penilaian yang menonjol dalam penampilannya.

Keikutsertaan Syah Datunnada dalam MTQ Kota Cilegon tidak terlepas dari proses seleksi dan pembinaan intensif yang dilakukan oleh IIQ Jakarta. Kampus secara aktif mendorong dan mempersiapkan mahasiswanya untuk terlibat dalam berbagai ajang MTQ di tingkat kota, provinsi, hingga nasional sebagai bagian dari program pengembangan potensi mahasiswa di bidang Al-Qur’an.

Wakil Rektor I IIQ Jakarta Dr. Romlah Widayati menyampaikan kebanggaan atas capaian yang diraih. “Prestasi Syah Datunnada adalah bukti nyata bahwa sistem pembelajaran dan pembinaan yang kami terapkan di IIQ Jakarta mampu menghasilkan mahasiswa yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga unggul dalam kemampuan praktis Al-Qur’an. Kami berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi dan pendorong semangat bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan diri,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III IIQ Jakarta Dr. Hj. Muthmainnah yang membidangi kemahasiswaan turut mengapresiasi dedikasi mahasiswa tersebut. “Kami di bidang kemahasiswaan terus berupaya memfasilitasi mahasiswa untuk mengikuti berbagai kompetisi, baik di tingkat lokal maupun nasional. Keberhasilan Syah Datunnada ini adalah hasil dari sinergi antara semangat mahasiswa, dukungan dosen pembimbing, dan komitmen institusi dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pengembangan bakat,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa ke depan, pihak kemahasiswaan akan terus memperluas program pendampingan bagi mahasiswa yang berpotensi untuk berprestasi di ajang-ajang serupa.

Dosen Fakultas Tarbiyah Dr. Tuty Rahmawati menekankan pentingnya pembinaan yang berkelanjutan dalam membentuk qariah yang berkualitas. “Tilawah, khususnya dalam cabang Qira’at Sab’ah, membutuhkan latihan yang konsisten dan pendampingan yang intensif dari para ahli. Tidak cukup hanya memiliki suara yang baik, tetapi juga harus memahami kaidah-kaidah qira’at secara mendalam,” jelasnya.

Syah Datunnada mengaku termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuan setelah meraih penghargaan ini. “Prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus belajar dan memperbaiki bacaan. Saya sangat bersyukur atas dukungan dari para dosen dan pihak kampus yang selama ini membimbing saya. Ke depan, saya ingin terus berkontribusi membawa nama IIQ Jakarta di tingkat yang lebih tinggi lagi,” tuturnya dengan penuh semangat.

Keberhasilan yang diraih Syah Datunnada mendapat sambutan positif dari seluruh civitas akademika IIQ Jakarta. Berbagai ucapan selamat mengalir dari sesama mahasiswa, alumni, hingga jajaran dosen dan pimpinan kampus. Momentum ini pun menjadi pengingat bagi seluruh mahasiswa bahwa ketekunan dan kesungguhan dalam belajar akan selalu membuahkan hasil yang membanggakan. (FP)