Jakarta — Kebanggaan besar kembali hadir dari kampus Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta. Tim Debat Bahasa Indonesia Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IIQ Jakarta berhasil merebut Juara I tingkat nasional dalam ajang Islamic Z-Fest yang diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa IIQ Jakarta tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu-ilmu keislaman dan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kemampuan intelektual dan retorika yang mumpuni untuk bersaing di forum akademik nasional.
Islamic Z-Fest merupakan ajang kompetisi akademik bergengsi yang diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan diikuti oleh tim-tim debat terbaik dari berbagai perguruan tinggi Islam di seluruh Indonesia. Kompetisi ini dirancang sebagai ruang bagi generasi muda Islam untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, membangun argumentasi ilmiah yang kokoh, serta mengkaji isu-isu keislaman dan kebangsaan kontemporer secara mendalam. Persaingan dalam ajang ini sangat ketat, mengingat peserta yang terlibat merupakan representasi mahasiswa terbaik dari kampus-kampus Islam ternama di tanah air.
Tim IIQ Jakarta yang turun dalam kompetisi ini terdiri dari tiga mahasiswi Program Studi PAI, yaitu Lutfia Khairunnisa, Fuzna Adilah, dan Hafwah El Widad Ma’mun. Ketiganya menunjukkan perpaduan yang luar biasa antara penguasaan materi, ketajaman analisis, dan kemampuan retorika yang memukau sepanjang jalannya kompetisi. Dalam setiap babak, tim IIQ Jakarta tampil solid dan percaya diri, mampu menyampaikan argumen yang terstruktur, relevan, dan didukung oleh referensi keilmuan yang kuat, sehingga berhasil meyakinkan dewan juri dan mengungguli tim-tim lawan dari berbagai perguruan tinggi ternama.
Dalam kompetisi debat ini, peserta diuji secara komprehensif dari berbagai sisi, mulai dari kemampuan analisis terhadap mosi yang diperdebatkan, kekuatan retorika dalam menyampaikan argumen, ketajaman berpikir kritis dalam merespons argumen lawan, hingga kemampuan membangun sanggahan yang logis dan berbobot. Setiap anggota tim dituntut untuk tidak hanya menguasai substansi materi, tetapi juga mampu berkolaborasi secara sinergis dengan rekan satu tim dalam membangun alur argumentasi yang kohesif dan meyakinkan.
Rektor IIQ Jakarta, Associate Prof. Dr. Hj. Nadjmatul Faizah, S.H., M.Hum., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas kemenangan yang diraih tim debat IIQ Jakarta. “Meraih Juara I dalam kompetisi debat nasional di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah pencapaian yang luar biasa dan sangat membanggakan. Mahasiswa IIQ Jakarta harus mampu berdialog secara ilmiah dan kritis dalam menjawab isu-isu kontemporer, tidak hanya di dalam kelas tetapi juga di forum-forum akademik yang lebih luas. Kemenangan ini membuktikan bahwa mahasiswa kami siap menjadi pemikir dan pemimpin Islam yang tangguh di masa depan,” ujarnya dengan penuh semangat.
Dekan Fakultas Tarbiyah IIQ Jakarta, Dr. Syahidah Rena, turut mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi yang diraih mahasiswanya di tingkat nasional. “Kemenangan tim debat ini adalah cerminan dari proses pendidikan yang kami jalankan di IIQ Jakarta, yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teks keagamaan, tetapi juga pada pembentukan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan komunikatif. Saya sangat bangga dengan Lutfia, Fuzna, dan Hafwah yang telah menunjukkan bahwa mahasiswi IIQ Jakarta mampu tampil percaya diri dan berprestasi di panggung akademik nasional,” ungkap Dr. Syahidah Rena. Ia menambahkan bahwa Fakultas Tarbiyah akan terus mendorong dan memfasilitasi mahasiswa untuk aktif terlibat dalam berbagai kompetisi intelektual.
Kaprodi PAI IIQ Jakarta turut menyampaikan apresiasi yang tulus atas pencapaian tim debat tersebut. “Prestasi ini bukan hanya kebanggaan Program Studi PAI, tetapi kebanggaan seluruh IIQ Jakarta. Kami selalu mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menguasai ilmu agama secara tekstual, tetapi juga mampu mengkontekstualisasikannya dalam diskursus akademik yang relevan dengan tantangan zaman. Tim ini telah membuktikan bahwa mahasiswa PAI IIQ Jakarta adalah pemikir-pemikir muda yang siap berkontribusi dalam wacana keilmuan Islam di level nasional,” tegasnya.
Kebanggaan atas kemenangan tim debat IIQ Jakarta dirasakan oleh seluruh civitas akademika kampus. Para dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga alumni menyambut kabar gembira ini dengan antusias dan penuh keharuan. Ucapan selamat mengalir deras dari berbagai penjuru, dan banyak mahasiswa yang menyatakan terinspirasi untuk turut aktif dalam kegiatan debat dan kompetisi intelektual lainnya. Kemenangan ini menjadi energi kolektif yang memotivasi seluruh keluarga besar IIQ Jakarta untuk terus berkarya dan mengharumkan nama almamater.
Salah satu anggota tim, Lutfia Khairunnisa, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan atas pencapaian yang diraih bersama. “Kami berlatih secara konsisten selama berminggu-minggu dan selalu saling menguatkan satu sama lain sebagai sebuah tim yang solid. Tidak ada yang lebih membahagiakan dari memenangkan kompetisi ini bersama sahabat-sahabat terbaik. Kemenangan ini bukan milik kami bertiga saja, tetapi milik seluruh IIQ Jakarta yang selalu mendukung dan mendoakan kami,” ujarnya dengan haru.
Fuzna Adilah menambahkan bahwa pengalaman berkompetisi di tingkat nasional memberikan pelajaran yang sangat berharga. “Setiap babak dalam kompetisi ini mengajarkan kami untuk berpikir lebih cepat, lebih tajam, dan lebih kritis. Kami belajar bahwa debat bukan sekadar tentang menang atau kalah, tetapi tentang bagaimana kita bisa menyampaikan kebenaran dengan cara yang elegan dan meyakinkan,” tuturnya.
Sementara itu, Hafwah El Widad Ma’mun menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan tim hingga meraih kemenangan. “Kami sangat berterima kasih kepada dosen pembimbing, Kaprodi, Dekan, dan seluruh civitas akademika IIQ Jakarta yang selalu memberikan semangat dan dukungan. Ini adalah kemenangan kita semua,” ucapnya dengan penuh ketulusan. (FP)
