Kutai Kartanegara — Kabar membanggakan datang dari Bumi Etam, Kalimantan Timur. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Sri Rahmah, berhasil meraih Juara III cabang Musabaqah Khattil Qur’an (MKQ) pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-18 Tingkat Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Prestasi ini menjadi bukti bahwa semangat mahasiswa IIQ Jakarta dalam mengembangkan seni Al-Qur’an tidak mengenal batas geografis, hadir dan bersinar hingga ke pelosok Nusantara.
MTQ ke-18 Kecamatan Kembang Janggut merupakan ajang kompetisi Al-Qur’an yang telah menjadi tradisi rutin di wilayah Kutai Kartanegara sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam melestarikan dan mengembangkan seni baca serta seni tulis Al-Qur’an di tengah masyarakat. Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari berbagai desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Kembang Janggut dan sekitarnya, menjadikannya sebagai ajang yang kompetitif sekaligus menjadi wadah pembinaan dan regenerasi para seniman kaligrafi Al-Qur’an di daerah tersebut.
Cabang Musabaqah Khattil Qur’an (MKQ) merupakan salah satu cabang paling bergengsi dalam setiap penyelenggaraan MTQ, di mana peserta ditantang untuk menghasilkan karya kaligrafi Al-Qur’an yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga benar secara kaidah penulisan. Peserta dinilai berdasarkan sejumlah aspek, meliputi ketepatan kaidah khat yang digunakan, proporsi dan keseimbangan huruf, keindahan komposisi keseluruhan, serta kebersihan dan kerapian karya yang dihasilkan. Persaingan dalam cabang ini menuntut peserta untuk memiliki penguasaan teknis yang mendalam sekaligus kepekaan seni yang tinggi.
Sri Rahmah tampil dengan karya yang memancarkan ketelitian dan keindahan komposisi kaligrafi yang matang. Setiap goresan yang ia tuangkan mencerminkan proses belajar yang panjang dan tidak kenal lelah. Karya yang ia hasilkan berhasil menarik perhatian dewan juri berkat keseimbangan antara ketepatan kaidah khat dan nilai estetika yang tinggi, sehingga mengantarkannya meraih posisi ketiga di antara para peserta yang turut berlaga dalam cabang tersebut.
Dekan Fakultas Tarbiyah IIQ Jakarta, Dr. Syahidah Rena, turut menyampaikan apresiasi yang hangat atas pencapaian mahasiswanya tersebut. “Prestasi Sri Rahmah di Kutai Kartanegara adalah kebanggaan bagi seluruh Fakultas Tarbiyah. Seni kaligrafi bukan sekadar aktivitas estetik, tetapi merupakan bentuk penghayatan mendalam terhadap keagungan kalam Allah. Kami sangat mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan bakat kaligrafi sebagai bagian dari identitas mereka sebagai insan Qur’ani yang utuh,” ungkap Dr. Syahidah Rena. Ia juga menambahkan bahwa Fakultas Tarbiyah akan terus membuka ruang dan fasilitas bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan di bidang seni Islam, termasuk kaligrafi.
Kaprodi PAI IIQ Jakarta Dr. Reksiana juga menyampaikan rasa bangga atas dedikasi yang ditunjukkan Sri Rahmah. “Mengikuti kompetisi kaligrafi hingga ke Kalimantan Timur membutuhkan keberanian, kesiapan, dan keyakinan diri yang kuat. Sri Rahmah telah menunjukkan semua itu. Di Program Studi PAI, kami tidak hanya membentuk calon pendidik yang menguasai materi akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan seni Islam yang menjadi bagian dari kompetensi seorang guru agama yang utuh dan inspiratif,” tegasnya.
Dosen pembimbing Faza Karimatul Akhlak turut menyampaikan apresiasinya atas capaian yang diraih Sri Rahmah. “Kaligrafi adalah seni yang membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan konsistensi yang sangat tinggi. Tidak bisa instan. Sri Rahmah telah menunjukkan semua kualitas itu melalui proses latihan yang panjang dan tidak pernah ia lewatkan” katanya dengan penuh kebanggaan. Ia menambahkan bahwa proses pembimbingan kaligrafi di IIQ Jakarta dilakukan secara terstruktur, mulai dari pengenalan kaidah dasar khat hingga pengembangan gaya artistik yang khas dan berstandar kompetisi.
Prestasi Sri Rahmah mendapat sambutan hangat dari seluruh civitas akademika IIQ Jakarta. Ucapan selamat mengalir dari sesama mahasiswa, dosen, alumni, hingga pimpinan kampus yang turut berbangga atas harumnya nama IIQ Jakarta di Kalimantan Timur. Banyak mahasiswa yang terinspirasi untuk semakin serius menggeluti seni kaligrafi dan mengikuti berbagai ajang MTQ di berbagai daerah.
IIQ Jakarta meyakini bahwa setiap capaian mahasiswa adalah bagian dari ikhtiar kolektif kampus dalam menghadirkan generasi Qur’ani yang cerdas, tangguh, dan siap memberi manfaat bagi masyarakat luas. Dengan semangat yang terus tumbuh dan dukungan institusi yang konsisten, IIQ Jakarta optimis akan terus melahirkan seniman-seniman kaligrafi muda yang membawa cahaya Al-Qur’an ke seluruh pelosok negeri.
