Banten — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta. Fira Sari Islami berhasil meraih Juara I Lomba Kaligrafi Naskah pada ajang Musabaqah Guru Pendidik Al-Qur’an (MGPQ) Tingkat Provinsi Banten Tahun 2024.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Provinsi Banten bekerja sama dengan Ikatan Pendidik Al-Qur’an (IPQ) Banten ini berlangsung pada 25 Desember 2024 dan diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan pendidik Al-Qur’an se-Provinsi Banten. Para peserta memperebutkan gelar terbaik dalam sejumlah cabang lomba yang berkaitan dengan seni baca, hafalan, dan penulisan Al-Qur’an.

Di tengah dominasi peserta yang telah berpengalaman sebagai pengajar, keberhasilan Fira menjadi catatan tersendiri. Ia mampu menunjukkan ketelitian, estetika, serta pemahaman mendalam terhadap kaidah penulisan kaligrafi Al-Qur’an.

Lomba Kaligrafi Naskah sendiri merupakan salah satu cabang bergengsi dalam ajang MGPQ, di mana peserta dituntut untuk menyalin ayat-ayat Al-Qur’an dengan menggunakan kaidah khat naskhi yang baku dan indah. Penilaian dilakukan secara ketat oleh dewan juri yang berpengalaman, mencakup aspek kebenaran tulisan, proporsi huruf, keindahan goresan, serta kerapian keseluruhan karya.

Rektor IIQ Jakarta, Associate Prof. Dr. Hj. Nadjmatul Faizah, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa IIQ tidak hanya unggul dalam hafalan dan pemahaman Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengekspresikan nilai-nilai Al-Qur’an melalui seni yang berkualitas tinggi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kaprodi PAI IIQ Jakarta Dr. Reksiana, MA menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang berkelanjutan. “Kami mendorong mahasiswa untuk selalu mengasah keterampilan praktis, termasuk dalam bidang seni kaligrafi,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa Program Studi PAI IIQ Jakarta secara rutin menyelenggarakan pelatihan dan workshop kaligrafi sebagai bagian dari pengembangan kompetensi mahasiswa di luar perkuliahan formal.

Sementara itu, Fira Sari Islami mengaku bahwa keberhasilannya tidak lepas dari latihan yang konsisten. “Saya banyak belajar dari dosen dan terus berlatih memperbaiki detail tulisan. Semoga ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dalam seni Al-Qur’an,” tuturnya. Mahasiswi yang juga aktif di komunitas kaligrafi kampus ini mengungkapkan bahwa ia telah menekuni seni kaligrafi sejak masa sekolah menengah dan semakin mengembangkan kemampuannya setelah bergabung dengan IIQ Jakarta.

Keberhasilan Fira juga mendapat respons positif dari kalangan civitas akademika IIQ Jakarta. Sejumlah dosen dan mahasiswa menyampaikan ucapan selamat dan berharap prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk lebih aktif mengikuti berbagai kompetisi di tingkat daerah maupun nasional. IIQ Jakarta sendiri dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi yang konsisten melahirkan alumni berprestasi dalam bidang Al-Qur’an, baik dari sisi hafalan, kajian ilmiah, maupun seni.

Prestasi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan IIQ Jakarta dalam mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi unggulan berbasis Al-Qur’an yang melahirkan insan akademik berintegritas, berdaya saing, dan berwawasan global.

Ke depan, pihak kampus berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan bakat mahasiswa melalui berbagai program unggulan, termasuk pendampingan intensif bagi mahasiswa yang berminat mengikuti lomba di bidang kaligrafi dan seni Islam lainnya. Dengan dukungan penuh dari institusi, diharapkan lahir lebih banyak lagi mahasiswa IIQ Jakarta yang mampu mengharumkan nama almamater di pentas regional maupun nasional. (FP)