Jakarta — Prestasi gemilang kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta di kancah nasional. Ade Nurisma berhasil meraih dua prestasi sekaligus dalam ajang kompetisi micro teaching tingkat nasional, membuktikan bahwa mahasiswa PAI IIQ Jakarta memiliki kompetensi mengajar yang mumpuni dan siap bersaing dengan calon pendidik terbaik dari seluruh penjuru Indonesia.
Dua penghargaan bergengsi tersebut diraih dalam ajang yang berbeda. Pertama, Ade meraih Juara Harapan II pada Gebyar PPPAII 2024, sebuah kompetisi nasional yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Program Studi Pendidikan Agama Islam Indonesia (PPPAII) dan diikuti oleh mahasiswa PAI dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Kedua, ia juga berhasil meraih Juara II pada kompetisi micro teaching yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, yang turut mempertemukan peserta-peserta terbaik dari berbagai kampus Islam ternama di tanah air. Dua prestasi yang diraih dalam waktu yang berdekatan ini menjadi pencapaian luar biasa yang membuktikan konsistensi dan kualitas Ade sebagai calon pendidik.
Kompetisi micro teaching merupakan ajang yang secara khusus menguji kemampuan mengajar peserta secara langsung di hadapan dewan juri. Peserta ditantang untuk merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), menyusun materi ajar yang relevan dan menarik, memilih metode pembelajaran yang tepat, serta mempraktikkan seluruh rangkaian kegiatan mengajar mulai dari pembukaan, kegiatan inti, hingga penutup dalam durasi yang telah ditentukan. Aspek penguasaan kelas, interaksi dengan peserta didik, kreativitas dalam penyampaian materi, serta kemampuan merespons situasi yang tidak terduga turut menjadi bagian dari penilaian yang dilakukan secara ketat oleh para juri.
Dalam kedua kompetisi tersebut, Ade tampil dengan penuh keyakinan dan profesionalisme. Ia menyajikan pembelajaran yang interaktif, kreatif, dan berpusat pada peserta didik, sehingga berhasil menarik perhatian dewan juri dan menonjol di antara puluhan peserta lainnya. Kemampuannya mengelola kelas dengan baik sekaligus memastikan materi tersampaikan secara efektif menjadi nilai lebih yang membedakannya dari para kompetitor.
Rektor IIQ Jakarta, Associate Prof. Dr. Hj. Nadjmatul Faizah, S.H., M.Hum., menyampaikan kebanggaan atas dua prestasi yang berhasil diraih sekaligus oleh mahasiswanya. “Capaian Ade Nurisma dalam dua kompetisi micro teaching nasional ini menunjukkan kesiapan mahasiswa PAI IIQ Jakarta sebagai calon pendidik yang profesional dan adaptif. Kami berkomitmen untuk terus mencetak guru-guru yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna, inovatif, dan berdampak nyata bagi peserta didik,” ujarnya.
Dekan Fakultas Tarbiyah IIQ Jakarta, Dr. Syahidah Rena, turut menyampaikan apresiasi yang hangat atas pencapaian membanggakan tersebut. “Dua prestasi sekaligus di tingkat nasional adalah hal yang sangat luar biasa. Ini membuktikan bahwa program pendidikan di Fakultas Tarbiyah IIQ Jakarta telah berhasil membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga kompeten secara praktis dalam mengajar. Micro teaching adalah simulasi dunia nyata, dan Ade telah membuktikan bahwa ia siap menjadi guru yang sesungguhnya,” ungkap Dr. Syahidah Rena.
Dosen pembimbing turut menyampaikan apresiasinya atas kerja keras yang ditunjukkan oleh Ade selama proses persiapan. “Latihan praktik adalah kunci utama dalam membentuk guru yang baik. Micro teaching melatih mahasiswa untuk menghadapi situasi nyata di kelas, mulai dari mengelola waktu, merespons pertanyaan siswa, hingga mengatasi kondisi yang tidak terduga. Ade menjalani semua proses latihan ini dengan sangat serius dan penuh dedikasi,” jelasnya.
Kebanggaan atas prestasi Ade turut dirasakan oleh seluruh civitas akademika IIQ Jakarta. Para dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga alumni menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga yang tulus. Banyak rekan-rekan mahasiswa yang mengaku terinspirasi oleh pencapaian Ade dan semakin termotivasi untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi di bidang kependidikan. Semangat kolektif yang tumbuh dari prestasi ini menjadi energi positif bagi seluruh keluarga besar IIQ Jakarta untuk terus berkarya dan berprestasi.
Ade Nurisma mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti dua kompetisi nasional ini memberikan dampak yang sangat besar bagi perkembangan dirinya sebagai calon pendidik. “Saya menjadi jauh lebih percaya diri dalam mengajar dan semakin memahami berbagai teknik pembelajaran yang efektif. Setiap kompetisi mengajarkan saya untuk terus berinovasi dan tidak takut mencoba hal-hal baru dalam mengajar. Saya sangat bersyukur atas dukungan penuh dari dosen-dosen dan pihak kampus yang selalu mendampingi saya dalam setiap langkah persiapan,” katanya dengan penuh rasa syukur dan semangat.
Prestasi ganda yang diraih Ade Nurisma ini sekaligus memperkuat posisi IIQ Jakarta sebagai kampus kependidikan Islam yang mampu bersaing di tingkat nasional. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara kurikulum yang relevan, pembimbingan dosen yang intensif, dan semangat mahasiswa yang pantang menyerah mampu menghasilkan calon-calon pendidik berkualitas tinggi. (FP)
