Jakarta — Prestasi gemilang kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta di bidang tilawah Al-Qur’an. Lilis Kholistotul Hajqiya berhasil meraih penghargaan Terbaik II cabang Tilawah Al-Qur’an Qira’at Sab’ah Murattal Remaja Putri pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2025. Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar IIQ Jakarta dan semakin menegaskan reputasi kampus sebagai pusat pembinaan Al-Qur’an terkemuka di Indonesia.
MTQ XXXI Tingkat Provinsi DKI Jakarta merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan para qari dan qariah terbaik dari seluruh wilayah Kota dan Kabupaten di DKI Jakarta. Kompetisi ini diselenggarakan secara resmi oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi DKI Jakarta dan menjadi barometer kemampuan tilawah Al-Qur’an di ibu kota. Cabang Qira’at Sab’ah sendiri merupakan cabang yang sangat menantang, di mana peserta dituntut mampu membacakan Al-Qur’an menggunakan tujuh ragam qira’at yang telah diakui secara ilmiah dalam tradisi keilmuan Islam.
Dalam kompetisi tersebut, Lilis tampil dengan memukau. Ia menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan kualitas suara yang jernih dan merdu, tajwid yang tepat dan terukur, serta penghayatan mendalam yang mampu menyentuh hati para dewan juri maupun hadirin. Penguasaannya atas ragam qira’at yang disyaratkan menjadi nilai lebih yang membedakannya dari para peserta lain.
Perjalanan Lilis hingga meraih prestasi tersebut tidaklah singkat. Ia telah menekuni ilmu tilawah dan qira’at sejak sebelum memasuki bangku perkuliahan, dan semakin mengasah kemampuannya di bawah bimbingan para dosen dan ustadzah di lingkungan IIQ Jakarta. Proses seleksi internal yang ketat juga menjadi bagian penting sebelum akhirnya ia terpilih untuk mewakili IIQ Jakarta dan bertarung di tingkat provinsi.
Rektor IIQ Jakarta menyampaikan apresiasi yang tinggi atas capaian tersebut. “Tilawah bukan hanya tentang suara yang indah, tetapi juga tentang bagaimana ayat-ayat Al-Qur’an dihayati dan disampaikan dengan penuh adab,” tuturnya. Beliau menambahkan bahwa keberhasilan Lilis merupakan cerminan dari kesungguhan mahasiswa dalam menjalani proses belajar yang tidak hanya menyentuh aspek teknis, tetapi juga spiritual dan akhlaki.
Sementara itu, dosen pembimbing menyebutkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil latihan yang disiplin dan penuh dedikasi. “Prosesnya panjang, mulai dari pembinaan teknik qira’at hingga penguatan mental saat tampil di hadapan juri dan penonton,” jelasnya. Ia juga mengungkapkan bahwa IIQ Jakarta secara rutin menyelenggarakan halaqah tilawah dan bimbingan qira’at sebagai bagian dari program unggulan kampus, yang terbuka bagi seluruh mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara ilmiah dan berstandar.
Lilis mengaku bahwa persiapan dilakukan secara intensif dalam beberapa bulan terakhir menjelang perlombaan. “Saya berusaha menjaga konsistensi latihan setiap hari dan terus memperbaiki bacaan bersama pembimbing. Semoga ke depan bisa memberikan hasil yang lebih baik dan terus membawa nama IIQ Jakarta di berbagai ajang,” ujarnya dengan penuh semangat. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada para dosen, orang tua, dan rekan-rekan yang telah memberikan dukungan moril selama proses persiapan berlangsung.
Prestasi Lilis mendapat respons hangat dari civitas akademika IIQ Jakarta. Banyak mahasiswa yang menyampaikan ucapan selamat dan menjadikan capaian ini sebagai motivasi untuk turut aktif dalam berbagai ajang kompetisi Al-Qur’an. Pihak kampus pun menegaskan komitmennya untuk terus memperluas program pembinaan tilawah dan qira’at, termasuk mempersiapkan kader-kader terbaik untuk ajang MTQ di tingkat nasional.
Melalui berbagai program pembinaan akademik, pengembangan bakat, dan penguatan jejaring kolaborasi, IIQ Jakarta terus membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk menorehkan prestasi dan menghadirkan kontribusi terbaik bagi bangsa, umat, dan peradaban global. Dengan semangat yang terus membara dan dukungan institusi yang konsisten, IIQ Jakarta optimis akan semakin banyak melahirkan hafidz, qari, dan cendekiawan Qur’ani yang mampu membawa Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. (FP)
