TANGERANG SELATAN – Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta secara resmi menjalani kegiatan Asesmen Lapangan Konversi Akreditasi melalui Instrumen Suplementasi Konversi (ISK) untuk Program Studi Sarjana Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada Kamis–Jum’at, 29–30 Oktober 2026.
Pelaksanaan asesmen daring tersebut menghadirkan jajaran asesor nasional ternama, yakni Dr. Suci Utami Putri, M.Pd. (Universitas Pendidikan Indonesia) dan Ali Formen, S.Pd., M.Ed., Ph.D. (Universitas Negeri Semarang), serta turut disaksikan langsung oleh Anggota Majelis Akreditasi LAMDIK, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. (Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Apresiasi dan Komitmen Rektorat
Dalam sambutannya, Rektor IIQ Jakarta, Assoc. Prof. Dr. Hj. Nadjmatul Faizah, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada LAMDIK atas adanya regulasi ISK. Aturan ini memberikan ruang bagi program studi untuk meningkatkan peringkat akreditasi dari status Baik Sekali menuju peringkat Unggul.
Rektor menegaskan bahwa Prodi PIAUD IIQ Jakarta telah berupaya maksimal untuk memenuhi hingga melampaui standar kualifikasi tenaga pengajar yang dipersyaratkan oleh LAMDIK.
“Jika standar LAMDIK mensyaratkan sekurang-kurangnya satu Dosen Tetap Program Studi (DTPS) berkualifikasi doktor dan dua DTPS berjabatan akademik lektor dalam tiga tahun terakhir, maka Prodi PIAUD IIQ Jakarta alhamdulillah telah melampaui batas tersebut. Saat ini kami diperkuat oleh empat DTPS berkualifikasi doktor, enam dosen berjabatan lektor, serta satu lektor kepala,” tegas Rektor.
Lebih lanjut, Rektor IIQ Jakarta menyambut hangat kehadiran para asesor dan berharap asesmen ini tidak hanya menjadi instrumen evaluasi teknis, melainkan juga wahana pembinaan yang produktif bagi pengembangan mutu akademik prodi di masa mendatang.
“Harapan kami, respons cepat kami terhadap peraturan LAMDIK ini membuahkan hasil yang optimal sesuai yang dipersyaratkan. Kami sangat terbuka untuk menerima arahan, masukan, dan bimbingan dari para asesor agar Prodi PIAUD IIQ Jakarta semakin berkualitas ke depannya,” tambahnya.
Meski acara digelar secara dalam jaringan (daring) via Zoom, seluruh rangkaian pembukaan tetap berjalan khidmat dan lancar. Rektor pun mengapresiasi fleksibilitas teknologi yang memungkinkan proses asesmen tetap terlaksana dengan baik.
Pemaparan Keunggulan dan Semangat Tinggi Dekan Fakultas Tarbiyah
Melengkapi sambutan Rektor, Dekan Fakultas Tarbiyah IIQ Jakarta, Dr. Syahidah Rena, M.Ed., turut memaparkan profil mendalam mengenai rekam jejak, keunikan, serta keunggulan strategis Prodi PIAUD di lingkungan IIQ Jakarta. Beliau menjelaskan bahwa prodi yang berdiri sejak tahun 2017 ini sebelumnya telah meraih akreditasi Baik Sekali pada tahun 2024, dan kini siap melangkah ke tingkat tertinggi.
Dalam pemaparannya, Dr. Syahidah Rena menggarisbawahi ciri khas unik IIQ Jakarta sebagai perguruan tinggi berbasis Al-Qur’an yang berdiri sejak 1 April 1977 (12 Rabiul Awal 1397 H), di mana jenjang Sarjana (S1) diperuntukkan khusus bagi mahasiswi perempuan guna menunjang fokus hafalan Al-Qur’an.
“Untuk satuan S1, kami hanya menyelenggarakan pendidikan bagi mahasiswi perempuan. Ini diproyeksikan agar mereka benar-benar fokus menghafal Al-Qur’an melalui program unggulan Tahfidz dengan pilihan target 5, 10, 20, hingga 30 juz. Selain itu, kami memiliki Pesantren Takhasus di mana mahasiswi tahun pertama wajib berasrama serta dibekali penguatan kitab kuning dan kaligrafi. Adapun untuk jajaran dosen, kami tetap diperkuat oleh pengajar laki-laki dan perempuan berbasis kepakaran,” jelas Dekan Fakultas Tarbiyah.
Dr. Syahidah Rena juga menggarisbawahi semangat luar biasa dari seluruh tim Task Force ISK PIAUD dan sivitas akademika dalam menyambut proses konversi akreditasi ini. Motivasi tersebut terpacu dari keberhasilan asesmen prodi sebelumnya di Fakultas Tarbiyah.
“Saat kami menerima hasil asesmen untuk Prodi PAI waktu itu, semangat teman-teman tidak hanya menyala, tetapi ‘meledak’ untuk segera melanjutkan pengajuan ISK bagi Prodi PIAUD. Dengan ikhtiar maksimal ini, kami sangat optimis dan berharap Prodi PIAUD bisa mendapatkan peringkat Unggul,” ungkap Dr. Syahidah Rena penuh semangat.
Mengenai kualitas SDM, Dekan menambahkan bahwa dari 7 DTPS yang dimiliki Prodi PIAUD, kualifikasi akademik dan jabatan fungsionalnya terus diperkuat secara berkelanjutan.
“Saat ini kami memiliki 7 DTPS dengan komposisi 1 Lektor Kepala, 6 Lektor, dan 4 Doktor. Adapun 3 dosen berpendidikan Magister saat ini alhamdulillah sedang melanjutkan studi doktoral (S3) ” terangnya.
Arahan Majelis Akreditasi LAMDIK: Penilaian Fokus pada Enam Syarat Perlu
Sementara itu, Anggota Majelis Akreditasi LAMDIK, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd., yang hadir bersama tim asesor Dr. Suci Utami Putri, M.Pd. dan Ali Formen, S.Pd., M.Ed., Ph.D., memaparkan mekanisme teknis pelaksanaan Instrumen Suplementasi Konversi (ISK).
Prof. Sutrisna menjelaskan bahwa berdasarkan peraturan terbaru (Permen No. 39 yang dilengkapi Permen No. 10), predikat akreditasi kini disederhanakan menjadi Unggul, Terakreditasi, dan Tidak Terakreditasi. Kategori Unggul sendiri dibagi menjadi Unggul 5 tahun dan Unggul 3 tahun. Melalui jalur ISK ini, LAMDIK memberikan kesempatan bagi prodi dengan rentang skor tersebut untuk dikonversi menjadi Unggul 3 tahun dengan memverifikasi enam butir syarat perlu (prerequisite).
“Berdasarkan instrumen baru ini, LAMDIK memberi kesempatan pada prodi dengan skor 321 sampai 360 untuk menyesuaikan menjadi Unggul 3 tahun, dengan catatan harus memenuhi enam butir syarat perlu bagi program studi S1. Keenam butir tersebut meliputi persyaratan DTPS, kurikulum khususnya analisis CPL, pelaksanaan microteaching, implementasi SPMI (PPEPP), karya mahasiswa, hingga karya DTPS,” jelas Prof. Sutrisna.
Beliau menegaskan bahwa tim asesor akan fokus memverifikasi dan mengklarifikasi bukti-bukti terkait enam syarat perlu tersebut. Jika seluruhnya terpenuhi, tim asesor tidak keberatan untuk menetapkan predikat unggul. Selain itu, Prof. Sutrisna memberikan catatan penting terkait penyempurnaan visi keilmuan program studi agar lebih spesifik pada bidang ilmu PAUD, serta menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat sivitas akademika IIQ Jakarta.
Dengan prosedur ISK yang telah dipangkas, hasil asesmen ini diproyeksikan dapat selesai secara cepat dan diumumkan dalam kurun waktu sekitar dua minggu ke depan. Proses asesmen lapangan ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi penguatan mutu akademik Fakultas Tarbiyah IIQ Jakarta. (FP)


